Ini tentang kita



Bukan aku tak ingin mengenalmu meski kita cukup dekat. Hanya saja kau tak pernah terlihat oleh sudut pandanganku. Aku pun tak pernah merencanakan untuk menjalin hubungan dekat seperti yang tengah kita jalani. Secara tiba-tiba kamu hadir dalam kehidupanku. Seakan waktu yang mengatur sehingga kita dipertemukan. Pertemuan yang diawali dari sebuah perkenalan singkat melalui pesan obrolanmu. Hingga kamu dan aku sepakat untuk menjalin sebuah hubungan dengan tujuan yang serius. Aku berusaha memahami sifatmu yang masih asing bagiku. Begitupun kamu, yang senang hati menerima duniaku dengan segudang kesibukan. Sesuatu yang mungkin terbilang baru bagimu. Aku suka bergaul dengan orang banyak, namun tidak dengan berbicara banyak dengan mereka. Dilain sisi dalam diriku menyimpan sepi yang hanya bisa kunikmati sendiri. Hingga kadang aku tak pandai untuk melukiskan perasaanku. Aku lebih suka mengungkapkannya melalui kata yang merangkai kalimat dalam sebuah tulisan. Sementara kamu bersifat sebaliknya. Kamu lebih suka berbicara lepas tentang dirimu, keluargamu, atau perasaanmu. Dan aku lebih memilih mendengarkan celotehanmu dengan kedamaian. Ada kenyamanan yang tersirat disana. 

Seringkali kita diperhadapkan dengan batu besar ketika tengah belajar keras untuk saling memahami. Aku mengalami kesulitan dalam memahami duniamu dan kamu pun tak begitu paham duniaku. Bahkan aku dan kamu sempat berdebat satu sama lain. Dan aku lebih memilih mengalah agar hubungan ini tetap terjaga. Hal yang aku sukai darimu, karena kamu tak pernah mempermasalahkan itu lebih dalam. Sikap kedewasaan yang jarang aku temui. Kamu kembali menakjubkanku dengan mengunjungi kedua orangtuaku di rumah. Sesuatu yang wajar bagi hubungan dengan tujuan yang jelas. Setiap kali aku merasa bimbang, aku selalu terbayang dengan sikapmu ini. Kepercayaan terhadap perasaanmu kini bertambah. Waktu yang menautkan hati kita. Banyak hal yang dapat ku pelajari bahwa hubungan yang serius butuh modal keberanian untuk memperjuangkannya. Bahwa ke depannya akan kita temui dua keluarga dengan dunia yang berbeda. Dengan kita membuatnya bersatu dalam ikatan yang harmoni. 

Sempat aku bermimpi untuk bersama dengan seseorang yang seprofesi denganku. Namun, Tuhan mempertemukan kita. Kamu dengan profesimu yang berbeda. Bukan orang yang bergelut di dunia kesehatan sepertiku. Bukan seseorang yang suka menghabiskan waktunya dengan buku klasik tebal. Satu hal yang menyamaiku denganmu bahwa kamu juga suka dengan aksara. Sesuatu yang memberi warna dalam hidupku. Meski kamu tak begitu mendalami setidaknya kita sama. Tak peduli seberapa banyak perbedaan antara kita berdua. Kamu dan aku dengan pekerjaan yang berbeda, hobby yang berbeda, dan kecintaan yang tak sama. Kita hanya butuh saling menghargai dan belajar memahami satu sama lain. Karena kita diciptakan untuk saling melengkapi bukan untuk saling menyatukan. 

Saat ini kita sepakat untuk menjaga hati dari banyaknya godaan yang menerpa. Kita meyakini bahwa suatu hari nanti semesta akan menyatukan kita bersama dengan buah harapan yang telah kita tanam. Meski terkadang masih sulit bagi kita memahami dunia kita masing-masing. Satu hal yang perlu kita yakini dan tanamkan dalam hati. Percayalah bahwa kekuatan hati kita jauh lebih besar. Selama rasa kasih sayang ini masih melekat dalam jiwa, kita harus mampu menjalani rintangan yang ada. Demi masa depan yang diimpikan. Semua tentang aku dan kamu, tentang kita.

Share:

0 komentar