Meski itu pahit, Bicaralah!




Insting seorang wanita itu kuat terhadap pasangannya. Barangkali aku bisa membenarkan kalimat itu. Aku tak mampu lagi membendung perasaan curigaku terhadapmu. Bukan aku tak mempercayai tetapi yakinlah kecurigaanku ini bagian dari perasaan yang tak ingin kehilanganmu. Maaf untuk sikapku yang berlebihan. Semoga kita masih bisa menjaga keutuhan hubungan ini dengan komunikasi yang baik. Jangan memendam jika kamu tidak suka dengan apa yang aku lakukan. Jangan kamu terima begitu saja apabila hatimu menolak. Bicaralah, dengan cara yang terbaik kepadaku. Sebab kita masih belajar untuk saling memahami. Adapun sikapku yang berlebihan mungkin secara perlahan bisa aku perbaiki. Aku tidak ingin kamu membohongi kata hatimu. Meski itu pahit, bicaralah!.

Entah berapa kali kamu pernah berkata dusta, membuat aku dengan kepolosanku memaafkan semuanya. Aku hanya tidak ingin membiarkan hal-hal negatif merasuki otakku dan mengendap disana.  Meski insting ini jauh lebih kuat dibandingkan pernyataanmu. Aku akan tetap berpihak kepadamu. Terkadang satu pihak memang harus lebih ringan agar hubungan itu tetap seimbang. Ketahuilah, aku bertanya untuk kamu jawab dengan kejujuran. Bukan dengan kebohongan yang kamu ciptakan. Agar hatiku terjaga dari rasa sakit atau sekedar untuk melindungi perasaanmu yang kini telah merapuh. Karena akan tiba saatnya kebohongan kecil akan melahirkan kebohongan lainnya. Jujurlah dengan segala kerapuhan hatimu. Katakanlah bahwa hatimu tak lagi seperti dulu. Meski itu pahit, bicaralah!

Kamu adalah lelaki yang baru beberapa bulan aku kenal. Mungkin aku belum memahami sifatmu begitu dalam dan begitupun kamu kepadaku. Kita akan terus belajar memahami satu sama lain. Kita bisa saling melengkapi setiap hal yang menjadi kekurangan. Dan menjaga apa yang menjadi kelebihan. Satukan impian kita untuk membangun masa depan bersama. Kokohkan hati dari segala hal yang akan melemahkan. Sungguh ujian itu akan datang merayumu untuk menyerah. Apabila ia kelak menghampiri maka kita akan mencari jalan terbaik. Berkomunikasi dengan baik untuk mencari solusi. Itulah alasan kita harus bersikap tenang dalam menyikapi masalah. Namun, ketika hatimu mulai merapuh. Biarlah aku menuntunmu untuk tetap tegar dengan sisa-sisa hati yang ada.  Kamu hanya perlu menjaga. Hingga jika suatu saat nanti, hati itu tetap merapuh, mungkin saatnya untuk berhenti dan berharap petunjuk pada ilahi.

Share:

0 komentar