Teruntuk Hatimu yang Terdalam



Mengenali, sebelum ku terikat denganmu lebih jauh..
Mengagumi, sebelum rasamu berubah menjadi rindu..
Dan, memiliki adalah hal yang mustahil bagiku..

Oleh: Yunita Cahyani Pratiwi

            Rasa kecewa masih membekas jelas diingatanku, dikala ia pergi tanpa sebab dan kini menyisakan luka teramat dalam. Aku mulai menyerah dengan perjalanan cintaku yang semakin rumit. Ku pasrahkan Allah SWT menggiringku kepada Takdir yang Ia tentukan. Disela sujud, selalu ku selipkan do’a untuk lelaki yang masih menjadi rahasia. Pertemukanlah aku dengan dia yang dapat membimbing disetiap langkahku yang tertatih, menasehati dikala aku salah memahami, menemani saat aku sepi, dan mencintaiku dengan penuh ketulusan hati. Dan jika Engkau berkenan, satukanlah kami dalam ikatan yang suci.
            Satu yang menjadi keyakinanku saat ini, lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik. Begitupun sebaliknya. Sehingga aku memutuskan untuk berhijrah memperbaiki diri, semoga Tuhan berbaik hati menjodohkan dengan seseorang yang lebih baik lagi. Tidak butuh waktu lama bagi Tuhan untuk menjawab doa hambaNya yang Ia kehendaki. Dan benar, seseorang dikirimkan untuk membuka lembaran kisah baru untukku. Tak ku duga dan aku pun tak pernah membayangkan. Sebuah pesan singkat datang menghampiri. Dengan penuh rasa penasaran aku mulai mengajukan pertanyaan. Dan ternyata lelaki itu datang dengan niat baik. Seraya berkata padaku untuk berjuang bersama ke masa depan dan saling menasehati dalam kebaikan.
Sempat terpikirkan bahwa aku tidak pantas untuknya, bukan tipe dia yang sesungguhnya. Aku hanyalah wanita akhir zaman yang penuh kekurangan. Sedangkan ia lelaki yang terkenal saleh dan tak banyak bicara jika tak diminta. Setauku, tak banyak wanita yang dia dekati. Masya Allah, aku menjadi salah satu wanita yang bersemayam dihatinya. Perasaan berbaur menjadi satu tak menentu. Dilain sisi, aku merasa rendah dan satu sisi lagi aku merasa bahagia. Bagaimana tidak, aku pernah mengaguminya secara diam-diam. Jauh sebelum perasaan ini datang menyapa. Meski beberapa wanita disekitarku juga ikut mengagumi, aku memilih untuk tidak terlibat jauh karena sadar aku hanya wanita biasa. Tak ada yang istimewa.
Malam itu kini mematahkan segala argumentasi bahwa tak ada yang mustahil bagiNya. Aku pun percaya kekuatan doa yang aku panjatkan. Dengan kemantapan hati, aku memutuskan untuk bersamanya. Tak perlu waktu untuk masa pengenalan bagi kami karena kita bukan orang baru yang tak saling mengenal. Aku telah mengenalnya, jauh sebelum kita terikat oleh rasa. Sempat terlibat dalam beberapa aktivitas organisasi memudahkanku untuk menerima karakternya. Aku mencintai kepribadiannya, mengagumi setiap pemikirannya yang visioner, dan menyukai sikapnya yang penuh tanggungjawab. Aku selalu memandangnya sebagai dirinya sendiri meski terkadang aku terus menyebutkan orang lain yang aku kagumi dihadapannya. Tak ada niat untuk menjadikanmu seperti dia. Maafkan aku yang membuatmu membandingkan diri dengan seseorang yang bahkan aku sendiri belum pernah bertemu.
Terima kasih telah hadir menyapa membawakan cinta. Aku berharap, kedatanganmu adalah jawaban atas doaku. Mencintaimu, tidak pernah ada dalam rencana hidupku. Namun, pada suatu hari dengan alasan yang masih belum aku pahami. Tuhan menempatkanmu, menjadi bagian terbaik dihati dan ingatanku. Jadi, ketika nanti kamu menanyakan alasan mengapa aku bisa sejatuh ini dalam mencintaimu, maaf aku tidak bisa menjawabmu. Sebab sampai hari ini pun, sudah berusaha aku mencarinya, tidak ku temukan jawabannya. Aku hanya berharap perasaan terbaik dan terburukku dalam mencintaimu tidak pernah merepotkanmu.
Kita baru saja memasuki gerbang menuju tantangan dunia yang nyata. Oleh karena itu, aku tidak ingin membiarkanmu sendiri menghadapinya. Izinkan aku di sampingmu, memberimu dukungan meski itu hanya akan membangkitkan semangatmu bukan menyelesaikan masalahmu. Karena aku ingin kita bersama mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Tidak membiarkan salah satu diantara kita diam dan meratapi. Semoga perjalanan sulit ini, menjadi sesuatu yang dinilai kebaikan oleh Tuhan. Aku ingin dipercaya Tuhan untuk menjadi seseorang yang akan bersamamu membangun bahtera cinta di masa depan.
Teruntuk hatimu yang terdalam,
Izinkan aku untuk bisa memilikimu seutuhnya.
Izinkan aku menjadikanmu rumah, tempatku jatuh cinta sepanjang masa..

Share:

0 komentar