“One Step Closer” Selangkah lebih dekat..



Seusai KKN, mau tidak mau kita harus beranjak pada realita dunia perkuliahan. Apalagi tantangan penyusunan skripsi sudah didepan mata. Persiapanku saat itu belum begitu matang. Belum ada judul penelitian yang menetap di pikiranku. Asli galau tingkat dewa. Kekhawatiran akan penolakan penelitian telah terbayang dibenakku. Akhirnya, ku putuskan untuk mendatangi beberapa dosen untuk dimintai saran tentang judul penelitian. Sebenarnya, saya mau mencari topik penelitian sendiri dengan ekspektasi yang tinggi. Namun, mengingat saya mahasiswa yang mesti kejar target karena telat setahun. Sebabnya sih karena pernah kuliah di universitas negeri yang berbeda kemudian daftar ulang dan lolos di universitas ini. So, I must get penelitian yang sederhana dan tidak memakan waktu lama. 
Setelah menimbang dan seterusnya, saya kemudian memutuskan untuk mengambil penelitian di bidang kimia farmasi. Bidang ini cukup saya senangi. Pernah menjadi mata pelajaran yang begitu saya gemari. Penelitian ini tentang pengujian aktivitas enzim yang dihambat oleh suatu senyawa fucoidan dan karagenan. Mungkin beberapa orang sudah tidak asing dengan kedua senyawa ini. Bagi yang belum tau, kedua senyawa ini banyak ditemukan dalam rumput laut. Fucoidan khususnya ditemukan di rumput laut coklat sedangkan karagenan banyak di rumput laut merah. Nah, keistimewaannya kedua senyawa ini telah terbukti mengandung banyak sekali manfaat. Salah satunya ternyata dapat menurunkan kadar gula darah setelah makan. Pernah dilakukan pengujian terhadap hewan coba dan hasilnya positif dapat menurunkan glukosa darah. Kemudian dari pengujian itu saya kembangkan untuk melakukan uji secara kimiawi (in vitro). Pengerjaannya juga tidak begitu lama dan bahan-bahannya pun sudah tersedia. Sehingga saya tertarik untuk mengujinya.
Secepat mungkin saya menyusun latar belakang dan komponen-komponen lain penyusun pendahuluan dan metode kerja. Setelah itu saya konsultasikan kemudian direvisi dari satu pembimbing ke pembimbing yang lain hingga diperoleh tanda ‘ok’. Bukan perihal yang sesingkat itu. Tetapi banyak pengalaman dan pelajaran yang kita alami selama proses tersebut. Dari mulai harus mencari jurnal yang tepat, menunggu pembimbing sampai datang ujung-ujungnya disuruh nunggu lagi sampai besok karena saya datangnya kesiangan.  Rutinitas ini cukup menguji kesabaran juga. Meski begitu, pandai-pandailah mengalihkan perhatian dengan ngobrol atau jalan-jalan atau makan makanan kesukaan supaya pikirannya rileks tidak tegang, dan yang terpenting tidak mudah stress. 
Tanda Acc pun telah menghiasi sampul depan proposalku. Pada saat itu mungkin saya mahasiswa yang sedikit beruntung bisa seminar karena pendaftaran seminarnya sudah mau tutup dan harus antri karena banyaknya yang mendaftar. Oleh karena banyak permintaan, akhirnya jadilah seminar diadakan diluar hari yang ditentukan. Dan saya mendapat giliran untuk mengisi seminar tersebut. Asli menegangkan. it’s the first time. Saya mempersentasikan proposal di depan dosen. Biasanya sih Cuma di depan teman-teman atau adik-adik. Jadinya, tingkat ketenggangannya itu berbeda. Apalagi saat itu kesehatan saya kurang baik. Saya diserang dengan bejibun pertanyaan. Bersyukur saat itu saya bisa menjawab pertanyaan meski dirundung nyeri pada kepala dan ulu hati. Finally, Alhamdulillah saya bisa melewati seminar tersebut dengan lancar dan menuju tahap selanjutnya. Setidaknya saya telah melakukan pergerakan pada satu semester itu menjadi selangkah lebih dekat menuju sarjana.

Mahasiswa seminar proposal bersama

                                                            Rekan K.A. L. Biofartoks :)

                                                        Enzim's Squad sekutuan penelitian.

Share:

0 komentar