AKULAH MAHASISWA

Oleh: Mukarramah, Yunita Cahyani Pratiwi, dan Nurul Iftikhan
Akulah yang orang sebut mahasiswa.
Berintegritas tinggi, intelek, kritis.
Pada mereka yang berkoar-koar di gedung itu.
Coba liat aku!
Almamaterku memang lusuh.
Kalian tahu, kenapa?
Ini selalu ku pakai demonstrasi.
Dibawah terik matahari.
Sebulan, belum tentu tersentuh sabun cuci.
Kalian tahu, kenapa?
Kami yang membela mereka yang tertindas.
Kami menegakkan keadilan.
Tapi, coba lihat dia!
Aku?! Kenapa dengan aku?!
Aku juga mahasiswa.
Lihat almamaterku!
Apa???
Kamu bilang kamu mahasiswa?? Ha.. ha.. ha..
Jangan bercanda kawan.
Memangnya, apa yang kamu telah perbuat untuk negeri ini?
Aku menurunkan rezim soeharto.
Aku menegakkan reformasi untuk keadilan yang tertindas.
Alaaahh… Itukan dulu..
Beda dong dengan sekarang.
Tugasku belajar.
Toh, kesejahteraan tugas pemerintah.
A-pa-tis!!!
1998. Kalau bukan karena mahasiswa,
Kau takkan menikmati kebebasan berpendapat!
Kalau bukan karena mahasiswa,
Hidupmu akan terus dibayangi penguasa dictator.
Ya…ya… aku tahu.
Kamu tahu, kenapa aku memilih apatis?
Aku tak mau disamakan dengan mereka
Yang tahunya demo, bakar ban, dan tutup jalan.
Yang katanya untuk membela rakyat.
Bukankah diam menjadi pilihan terbaik!
Lagipula, masa muda Cuma sekali.
Masa muda untuk dinikmati, Guys!!
Hei… kawan!!!
Kamu pikir diam adalah tugas mahasiswa.
Mana integritasmu! Mana jiwa kritismu!
Sampah!!!
Hei, kau bilang aku sampah?!
Ya, kamu memang sampah!
Sampah Masyarakat!!
Tunggu, tunggu, tunggu!
Aku mahasiswa dan aku dibilang sampah,
Katanya aku tak memberi arti pada bangsa.
Bagaimana dengan kamu! Ya Kamu!
Mahasiswa bukan?
Apa yang telah kamu perbuat untuk bangsa ini?
Tidak adakan! Nah, lihat! aku tidak sendiri.
Miris!!! Menyedihkan!!
Hei, mahasiswa!!
Berhentilah bersembunyi, berfikirlah dan berbuatlah untuk negeri.
Kami Mahasiswa Indonesia…
Bertanah air satu…
Tanah air Indonesia.
Note:
(Sebuah Puisi Battle ini merupakan sebuah puisi yang bisa dikatakan Fenomenal sepanjang sejarah yang pernah ada di Theo. Dari puisi inilah terukir kisah perjuangan Reformulasi Sikap Etika dan Pola Pikir)
0 komentar