Rindu dalam Diam

Ini tetang curahan rasa yang tak dapat digambarkan. Reaksi yang hadir begitu saja. Disini-tepatnya dalam lubuk hati. Aku terpaku pada sebongkah kata bernama “cinta”. Akalku terus bertanya namun entah aku tak bisa menjawab. Aku tak bergeming. Layaknya secarik kertas dalam kaleng yang mengapung di tengah lautan. Menunggu angin menghempaskan kemana ombak kan berlabuh.

Terlihat wajar saat rasa ini hinggap pada hati setiap insan. Namun aku terus menolak, ini terlalu cepat. Aku ingin seperti dia yang menyikapinya dengan kehampaan, keangkuhan, dan kekosongan. Membuatnya terlihat biasa saja. Semenjak hari itu, aku tak pernah lagi melihatnya. Mungkin tempat itu terlalu luas untuk kata kebetulan mempertemukan kita. Meski sekali, rasanya ingin bagiku melihatmu. Memastikan setiap helaian rasaku. Namun tak ku temukan sosokmu diantara mereka. Mungkin nalarku terbatas untuk menemukanmu.

Satu hal yang dapat ku pahami, aku mungkin sekedar merindukanmu. Berat rasanya menunjukkan ini kepadamu meski hanya sebatas isyarat rindu. Hanya dalam diam aku bisa berkata. Semoga dengan diam pula kau bisa memahaminya (YCP-28/12/2013)

Share:

0 komentar