Rindu dalam Diam
Ini tetang curahan rasa yang tak dapat digambarkan. Reaksi yang hadir begitu saja. Disini-tepatnya dalam lubuk hati. Aku terpaku pada sebongkah kata bernama “cinta”. Akalku terus bertanya namun entah aku tak bisa menjawab. Aku tak bergeming. Layaknya secarik kertas dalam kaleng yang mengapung di tengah lautan. Menunggu angin menghempaskan kemana ombak kan berlabuh.
Terlihat wajar saat rasa ini
hinggap pada hati setiap insan. Namun aku terus menolak, ini terlalu cepat. Aku
ingin seperti dia yang menyikapinya dengan kehampaan, keangkuhan, dan
kekosongan. Membuatnya terlihat biasa saja. Semenjak hari itu, aku tak pernah
lagi melihatnya. Mungkin tempat itu terlalu luas untuk kata kebetulan
mempertemukan kita. Meski sekali, rasanya ingin bagiku melihatmu. Memastikan
setiap helaian rasa. Namun tak ku temukan sosokmu diantara mereka. Mungkin
nalarku terbatas untuk menemukanmu.
Satu hal yang dapat ku
simpulkan, aku mungkin sekedar merindukanmu. Berat rasanya menunjukkan ini
kepadamu meski hanya sebatas isyarat rindu. Hanya dalam diam aku bisa berkata.
Semoga dengan diam pula kau bisa memahaminya.

0 komentar